Kamis, 05 Mei 2011

Setting Wireless Access Point Mikrotik

Setting Point To Multi Point Pada AP Mikrotik
Konfigurasi pada wireless Access Point
1. Buatlah sebuah Interface bridge yang baru, berilah nama wds bridge atau terserah anda namanya

2. Masukkan ethernet dan wlan ke dalam interface port bridge

3. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu wireless. (1). pilih pada tab Security Profiles (2). Cek list WPA PSK pada Authentication Types (3). cel list juga tkip, aes ccm pada Unicast Ciphers dan Group Ciphers(4) Isikan password pada WPA Pre-Shares Key (5) klik Apply OK4. Selanjutnya klik tab Connect list (1). pada interface pilihlah wlan yang akan digunakan (2). tentukan ssid (3) dan pada Securty Profile arahkan ke profile1 (4) klik Apply OK
5. dan selanjutnya (1) klik tab interface (2) dobel klik pada nama wireless yang akan digunakan (3). pilihlah mode ap bridge (4). tentukan ssid seperti pada security porfile tadi (5). band (6). dan frequency yang digunkan (7). pada Security Profile tujukan ke profile1 (8). dan pada Frequency Mode tujukan ke manual txpower (9). jangan lupa aktifkan Default Authentication dan Default Forward (10) lalu aktifkan interface wirelessnya (11) klik apply OK6. Berikutnya konfigurasi wds pada wireless interface yang digunakan, bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah terdahulu. (1). pilihlah tab wds (2) tentukanlah WDS Mode ke dynamic (3). pilihlah wds-bridge pada WDS Default Bridge (4) klik Apply OK
nah seting access point nya udah kelar, tinggal seting wireless stationnya tapi saya belum edit gambar untuk wireless stationnya, tapi pada dasarnya setting stationnya sama seperti access point cuma mode di tentukan ke station wds dan frequency mode ke super channel nah tinggal scan, di tabel akan terlihat ssid access point yg kita buat klik connect klik ok udah sep…..kan semoga bermanfaat

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge. 
Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.
Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.
 

Konfigurasi Pada Access Point
1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1
 
2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge

3. Masukkan IP Address pada interface bridge1
4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).

5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.
6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.
7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.


Konfigurasi pada Wireless Station
Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.


Pengecekan link

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).


Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).


Konfigurasi keamanan jaringan wireless
Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.
Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.